1. Situasi sulit Amerika menghadapi Iran: perang berkepanjangan tapi tdk mampu melumpuhkan Iran. Posisi Amerika: senjata habis, tentara banyak mati, anggaran terkuras, dukungan politik dalam negeri lemah, ekonomi terguncang hebat, rakyat protes, dll.
2. Dukungan negara teluk nyaris hanya menyisakan UEA, dengan kehancuran lebih dari 228 titik strategis. Negara-negara Timur Tengah dan Negara Teluk lainnya mulai menjaga jarak dengan Amerika.
3. Trump cari dukungan politik ke NATO dan negara-negara yg pernah menjadi Sekutu di Eropa, tapi tak satupun yg bantu. Bahkan negara-negara itu berani terang-terangan menghujat Trump, spt Spanyol, Italia, Perancis, dll.
4. Ditengah kegamangan dan putus asa, Trump yg nampak sempoyongan cari bantuan ke China berharap dukungan utk menghajar Iran atau mencegah Beijing bantu Iran.
5. Sambutan Xi Jinping nampak biasa-biasa saja. Saat Air Force One landing, Trump hanya disambut pejabat biasa dan anak sekolah. Xi Jinping tidak beri sambutan khusus Sepertinya dalam pandangan China: Amerika bukan lagi Amerika yang dulu (superpower dan jagoan). Amerika kini terlihat “ompong”: di hadapan Iran saja, tak berkutik. Apalagi jika berhadapan dengan kekuatan China. Maka, kedatangan Trump ke China, seperti mempermalukan diri sendiri.
6. Sepertinya “bola karma” sedang bergulir utk negara jagoan: tak lagi punya basis dan power politik kuat. Dan dunia sedang mengintip poros kekuatan baru yg segera hadir.